REFLEKSI PERTAMA JURNAL DWI MINGGUAN PGP


Bismillah,

Model 4 F Dr. Roger Greenaway (Fact, Feeling, Findings, dan Future)


Oleh : Abdulloh

Motto : Belajar dari Fotosintesis, merubah yang kurang baik menjadi lebih bermakna.

Guru IPA UPTD SMP Negeri 1 Blega

Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Kabupaten Bangkalan 


Assalamualaikum Wr. Wb.


Pendidikan Calon Guru Penggerak (CGP) merupakan suatu program pemerintah yang sangat diharapkan oleh kami para guru Indonesia. Kami banyak berharap akan perubahan yang bisa menjadikan kami lebih berkembang selain kegiatan MGMP. Awalnya kami mendaftar hanya sebatas mengasah kemampuan menulis karena pengalaman dari pendaftaran sebelumnya banyak yang harus dituliskan juga diceritakan dalam proses pendaftaranya. Banyak yang berharap untuk lulus test dengan cara menyiapkan diri sebaik mungkin dalam mengikuti beberapa tahapan seleksi yang berturut-turut yaitu mulai dari seleksi administrasi, praktik mengajar, dan wawancara. Namun saya pribadi menyiapkan dengan kemampuan sebisa mungkin dengan pedoman dalam hati yang penting sudah berjuang dengan kebiasaan saya.



Tak terduga tak dinyana Alhamdulillah, saya berhasil lulus seleksi program CGP Angkatan 7 Kabupaten Bangkalan. ini merupakan suatu hal yang sangat membanggakan namun juga suatu hal yang penuh tantangan. Pastinya akan penuh tantangan karena saya akan mengikuti program ini bersama dengan teman-teman guru hebat Indonesia lain dan akan mempelajari hal-hal baru. Harus bisa mengatur waktu kesibukan dikeluarga, sekolah dan PGP ini. Selain saya ada 2 sahabat satu sekolah yang juga lulus yaitu Bu Afni dan Pak Nuris. Langsung saja berikut Napak tilas perjalanan selama menjalani 2 Minggu yang sungguh luar biasa bagi perkembangan saya sebagai guru.





Fact (Peristiwa)

Spesial sekali di Kabupaten kami CGP Angkatan 7 diundang pada loka karya CGP Angkatan 4. Kami sangat antusias hingga sekolah kami SMP Negeri 1 Blega berangkat bersama bersama Sekolah Kecamatan sebelah yaitu SMP Negeri 1 Galis. Sesama kecamatan ujung timur Kabupaten Bangkalan kami menjalani koalisi saling menyemangati agar terus meng-upgrade diri dalam proses CGP. Alhamdulillah kami bisa melihat banyak karya-karya dari PGP angkatan 4 Kabupaten Bangkalan yang luar biasa menginspirasi dan Berikut ini dokumentasi kami :

Berlanjut hari Kamis yang luar biasa dan dinanti, 20 Oktober 2022 kegiatan pembukaan Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 dilaksanakan secara daring melalui tautan: https://bit.ly/Pembukaan-A7 dan https://www.youtube.com/watch?v=Q7jWeVIYpT4 Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Mendikbudristek Bpk. Nadiem Anwar Makarim. Setelah pembukaan siang harinya di lanjutkan dengan kegiatan orientasi pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak juga secara daring melalui tautan http: http://ringkas.kemdikbud.go.id/pgp7. Yang terakhir selanjutnya mempelajari dan mengerjakaan tugas LMS modul 1.

Minggu, 23 Oktober 2022 dilaksanakan Lokakarya Orientasi  yang dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 2 Bangkalan. Acara mulai pukul 08.00 wib sampai dengan 16.00 wib. Pada kegiatan ini juga hadir bapak Kepala Sekolah kami yaitu Bapak Drs. Heri Suharto, M.Pd  dan juga bapak ibu Kepala Sekolah lain, bapak dan ibu Pengawas Sekolah, dan bapak ibu Pengajar Praktik. 

Banyak yang kami lakukan, beberapa kegiatan diantaranya perkenalan diri, membuat kesepakatan, pemetaan harapan dan kekhawatiran, pengenalan beberapa aplikasi portofolio digital, refleksi diri, mendapatkan arahan oleh pengajar praktik serta diberi motivasi oleh oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah dan yang terpenting diskusi dengan saling mengenal juga menguatkan dengan guru-guru hebat Se-Kabupaten Bangkalan

Hari Senin, 24 Oktober 2022 Perkenalan Vicon perdana bersama Fasilitator bapak Nur Muhammad dari Sumenep. Selain itu dihadiri oleh Pengajar Praktik dan rekan-rekan Calon Guru Penggerak. Kami saling berkenalan dan berdiskusi tentang filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Ikut hadir juga Pengajar Praktik kami dari kelompok 255 yaitu Ibu Umriyah. Bahagia sekali lagi-lagi bisa bertemu dan berdiskusi dengan orang-orang hebat. Berlanjut mengerjakan tugas mandiri modul 1.1.a.4 Eksplorasi konsep.

Hari Selasa, 25 Oktober 2022 melaksanakan Vicon kedua bersama Fasilitator bapak Pengajar Praktik dengan tema yang berbeda. Kami membahas dan berdiskusi tentang filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. Berkolaborasi dan berdiskusi secara kelompok dengan tugas presentasi kelompok. Berikut ini anggota kelompok 3 :


Berikut hasil PPT diskusi kami tentang kearifal lokal yang memiliki nilai yang serupa dengan KHD :


Hari Rabu, 26 Oktober 2022 Mengikuti Vicon Elaborasi pemahaman bersama instruktur, Fasilitator, Pengajar Praktik, dan calon guru penggerak lainnya. Selama mengikuti kegiatan Pembelajaran di LMS secara Sinkronus dan asinkronus saya mengalami beberapa kesulitan. Beberapa kendala yang kerap terjadi adalah sinyal dan keadaan listrik yang mengalami pemadaman di daerah kami saat itu. Banya guru-guru saat mengajar didaerh terpencil mengalami susah jaringan tak hayal ini menjadi titik perjuangan mereka untuk terus berkomitmen mengikuti CGP tanpa meninggalkan proses belajar mengajar di Sekolah.

Belum terbiasa menggunakan fitur-fitur di LMS, membuat saya harus berusaha keras untuk memahaminya. Setiap hari saya harus membuka LMS untuk belajar mandiri dan berdiskusi dengan teman sejawat di sekolah. Dengan demikian saya bisa mengatasi kendala dan bisa mengikuti kegiatan serta tugas mandiri maupun tugas kelompok yang ad di LMS. Selain itu juga melakukan komunikasi dengan rekan CGP, Pengajar Praktik, dan Fasilitator untuk mendapatkan penyelesaian dan arahan tentang kesulitan dalam memahami tugas yang harus diselesaikan.

Beberapa potret keseruan Gmeet Kelompok 255 PGP Angkatan 7 Kabupaten Bangkalan :






Feeling (Perasaan)

Setelah saya mempelajari dan menghayati Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara selama dua minggu ini saya sangat bersyukur dan banyak belajar. saya menjadi tahu bahwa sebenarnya peran murid dalam pembelajaran adalah sebagai subyek dimana mereka akan menjadi pusat proses pembelajaran dan seorang guru menjadi Pamong atau pengasuh sekaligus pengarah bagi siswa. Dari sinilah saya mengingat kembali tentang pengalam saya mengajar di SMA TAMANSISWA Malang bahwa guru adalah pamong, Guru laki-laki dipanggil Ki dan Guru Perempuan dipanggi dengan NYI bagi yang sudah menikah dan Ni bagi yang belum. Saat itu juga saya mengingat bahwa guru juga ibarat petani yang akan menanam bibi yang berbeda dengan perlakuan berbeda pula.

Selain itu peran guru juga sebagai pamong yang berkewajiban menuntun kekuatan kodrat  yang ada pada anak. Saya juga senang dan bahagia bisa mengetahui bahwa menghamba kepada murid sangatlah penting agar tercipta rasa saling menghormati antara guru dan murid, dan bisa menumbuhkan rasa cinta kasih tanpa ada kekerasan terhadap anak dan disinilah harapanya bibit-bibit merdeka belajar itu tumbuh.

Kedepan saya berharap agar suatu saat nanti bisa menjadi bagian dari agen perubahan pendidikan, anak-anak juga antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran , bisa menyelesaikan program pendidikan ini dengan baik, tidak lagi gaptek karena Guru pada tuntutan zaman ini harus bisa melayani siswa sebagai fasilitas kodrat zaman mereka dan yang terakhir bisa menjadi guru idola yang mengisnpirasi kebaikan pera murid saya.

Berikut paparan saya tentang kesimpulan dan refleksi Filosofi KHD :





Findings (Pembelajaran)

Hal baru yang dapat saya temukan dalam proses ini adalah kita sebagai pendidik bisa sabar dalam menuntun murid saat belajar, berusaha menjadi guru yang menyenangkan agar anak-anak benar-benar merasakan merdeka dalam berkreasi untuk mewujudkan kodrat lahir dan batinnya. Menimbulkan rasa bahagia sekaligus dinantikan kehadirannya oleh siswa. Hal ini dilakukan dengan harapa bahwa nanti sangat berguna untuk menyesuaikan diri bersama kodrat alam dan kodrat zaman. 

Berproses menghamba kepada murid, menuntun dan memberi penebalan atas kebaikan mereka adalah hal yang harus segera guru lakukan untuk mendapat proses pembelajaran yang baik. sungguh pemikiran KHD yang sangat luar biasa yang nanti kedepannya bisa saya terapkan untuk mendidik siswa kini dan nanti. Dengan tuntunan yang sesuai dengan kodrat yang dilandasi budi pekerti luhur saya yakin anak-anak akan bisa mencapai kebahagiaan dan keselamatan hidupnya. pada salah satu tagihan tugas boleh memilih menulis, video, puisi dan lagu. Saya saat itu memilih untuk membuat lagu tentang Filosofi KHD yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Saya tuangkan dengan judul lagu " Yuk Merdeka" yang pada reff-nya terinspirasi dengan kutipan diatas dan saya coba mengikuti makna kata dizaman ini. Dibantu oleh teman saya sekaligus Guru Ekstra kurikuler musik SMP Negeri 1 Blega Pak Bahari, berikut lagunya :




Future (Penerapan)

Setelah mempelajari Modul 1.1 tentang Filosofi Pemikiran KHD saya merasa kini menjadi sosok yang baru didalam kelas, lebih sabar dan lebih bersemangat ini menurut komentar siswa didalam kelas. Hal ini sangat penting bagi saya, saya bertekad untuk senantiasa menjadi pembelajar sepanjang hayat yang selalu mengembangkan kompetensi diri (meng-upgrade diri) baik lahir dan batin, baik kemampuan dan penerapan agar bisa mengikuti perkembangan zaman sehingga akan semakin banyak strategi-strategi serta model-model pembelajaran yang bisa saya terapkan pada pembelajaran dengan baik.

Saya paham bahwa dengan strategi yang menyenangkan, bervariatif dan pembawa Guru yang menyenangkan akan membawa dampak yang positif dalam pembelajaran, anak-anak akan lebih bersemangat dan senang dalam belajar sehingga mereka akan lebih mudah menerima materi yang sedang mereka pelajari. Karena saya yakin perubahan menyenangkan ini harus dimulai dari adanya guru yang menyenangkan dan dirindukan kehadiran di kelas oleh para siswanya.

Seorang pendidik juga dituntut  untuk selalu beradaptasi dengan kondisi lingkungan di sekolah, meng-update dan terampil mengikuti perubahan zaman agar proses pembelajaran bisa menghasilkan atau menjawab tantangan zaman, memerdekakan murid dalam belajar sangat relevan diterapkan untuk menjawab kodrat alamnya atau kodrat zamannya pada filosofi Pembelajaran ala KHD.

Harapan saya ke depan saya ingin menjadi Guru yang diidolakan murid, menginspirasi dan bisa mengimplementasikan semboyan Ki Hajar Dewantara: Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Berharap besar anak didik saya menjadi salah satu legasi atau peninggalan baik saya selama hidup di dunia ini. Bismillah, menjadi guru dan murid di dunia dan bertetangga di Surga. Alhamdulillah sekian semoga menginspirasi 💗 salam fastabiqul Khoirot 🇮🇩 Beradap Penduduknya 🫡 Maju Negaranya!

Aksi nyata : 



Telah mengudara di Kanal YouTube aupdentata 😁🙏🇮🇩❤️



Komentar

Postingan Populer